Aceh Selatan | SAB – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan (FORJIAS) menggelar pelatihan jurnalistik dasar bagi siswa-siswi SMAN Unggul Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan ini diikuti sebanyak 71 siswa dan berlangsung dengan penuh antusias.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi media generasi muda agar memiliki kemampuan menyaring informasi secara kritis, tidak mudah terpengaruh hoaks, serta mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab di era digital.
Ketua Forum Jurnalis Independen Aceh Selatan, Safdar, mengatakan momentum Hari Pers Nasional menjadi pengingat pentingnya peran pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk membangun kesadaran literasi media di kalangan pelajar.
“Melalui pelatihan jurnalistik dasar ini, Forjias berharap para siswa mampu memahami informasi secara benar, tidak mudah terprovokasi, tidak menyebarkan hoaks, serta memiliki tanggung jawab moral dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi pengenalan dunia pers, teknik dasar penulisan berita, serta pemahaman etika jurnalistik. Narasumber dari internal Forjias juga memaparkan teknik penulisan berita menggunakan rumus 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) yang bertujuan membantu siswa menyusun informasi secara lengkap, akurat, dan mudah dipahami.
Selain itu, pemahaman kode etik jurnalistik diperkenalkan untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap informasi yang disampaikan harus berlandaskan kebenaran, verifikasi, dan tanggung jawab.
Kepala SMAN Unggul Tapaktuan, Haniatun, SE.,M.Si menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kontribusi Forjias dalam mendukung peningkatan literasi media di lingkungan sekolah. Ia menyebutkan bahwa pelatihan jurnalistik ini merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di sekolah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada FORJIAS atas terselenggaranya pelatihan ini. Kami juga mengajak seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius karena keterampilan literasi media sangat penting bagi generasi muda saat ini,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi langsung penulisan berita sederhana, di mana siswa diminta menulis berita berdasarkan peristiwa yang disimulasikan. Hasil tulisan kemudian didiskusikan bersama narasumber untuk memberikan pemahaman praktis tentang teknik penulisan berita yang baik dan benar.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya minat peserta terhadap dunia jurnalistik. Melalui kegiatan ini, Forjias berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya informasi yang akurat dan berimbang, sekaligus melahirkan pelajar yang cerdas bermedia, kritis, dan berintegritas, sejalan dengan semangat Hari Pers Nasional sebagai momentum memperkuat peran pers dalam mencerdaskan masyarakat.
SAIFUL




