Tapaktuan – Sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana alam, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Selatan Polda Aceh melaksanakan kegiatan sosial berupa pembuatan sumur bor di wilayah Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, Kamis, 15 Januari 2026.
Pelaksanaan pembuatan sumur bor dimulai sekira pukul 09.00 WIB dan dilaksanakan di dua lokasi strategis yang selama ini menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Lokasi pertama berada di Pesantren Rahmatul Ibad, Desa Ladang Rimba, dengan kedalaman sumur mencapai 20 meter. Sumur bor tersebut diperuntukkan bagi para santri dan pengelola pesantren, dengan penerima manfaat Abah Basyirun selaku pengurus pesantren.
Lokasi kedua pembuatan sumur bor dilaksanakan di lingkungan Mesjid Al Jariah, Desa Naca, Kecamatan Trumon Tengah. Di lokasi ini, sumur bor dibuat dengan kedalaman 25 meter dan diserahkan kepada masyarakat melalui Keuchik Desa Naca, Bapak M. Anwar. Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh jamaah masjid serta warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., melalui Kasat Lantas Iptu Irawan Kusumo, S.Tr.K., S.H., S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir dan memberikan solusi atas kesulitan masyarakat, khususnya pascabanjir yang berdampak pada ketersediaan air bersih. “Melalui pembuatan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan sehat, serta merasakan langsung kehadiran Polri di tengah-tengah mereka,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pembuatan sumur bor berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat dan para penerima manfaat menyampaikan rasa syukur serta apresiasi kepada Polres Aceh Selatan atas bantuan yang diberikan. Diharapkan, fasilitas sumur bor ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang dan menjadi sarana pendukung kehidupan masyarakat pascabanjir.




