Kolaborasi Pemangku, Natural Aceh, dan KEHATI Dorong Penguatan Ekosistem Mangrove di Lampulo
Banda Aceh, 21 November 2025 — Natural Aceh bekerja sama dengan Yayasan KEHATI (Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia) melaksanakan kegiatan rehabilitasi mangrove dan edukasi lingkungan di lingkungan pesisir Lampulo, tepatnya di Mangrove Park Lampulo (MPL), Kota Banda Aceh. Kegiatan ini turut didukung oleh Pemangku (Pemuda Peduli Mangrove Kutaraja) sebagai pengelola dan penggerak konservasi di kawasan MPL.
Program ini merupakan bagian dari sinergi berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan ekosistem pesisir, menghadapi dampak perubahan iklim, serta meningkatkan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Kegiatan melibatkan tim Natural Aceh dari berbagai divisi dan unit kerja.
Program Manager Kelautan Yayasan KEHATI, Taufik Alamsyah, menyampaikan bahwa rehabilitasi mangrove merupakan langkah strategis untuk memperkuat perlindungan alam di wilayah pesisir.
“Rehabilitasi mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi bagian dari solusi penting dalam mitigasi perubahan iklim yang kini semakin nyata. Ekosistem mangrove mampu menyerap karbon lebih tinggi dan menjadi pelindung alami bagi garis pantai,” ujar Taufik Alamsyah.
Ia menambahkan bahwa partisipasi generasi muda dalam kegiatan konservasi memberi dampak besar bagi keberlanjutan di masa depan.
“Keterlibatan peserta muda hari ini adalah investasi jangka panjang bagi lingkungan. Mereka bukan hanya menanam bibit, tetapi juga menanam nilai kepedulian yang sangat dibutuhkan untuk menjaga bumi ke depan,” jelasnya.
Ketua Pemangku MPL, Surya Darma, turut mengapresiasi kolaborasi ini karena memberikan manfaat langsung bagi kawasan dan masyarakat pengelola.
“Kerjasama ini telah meningkatkan fasilitas yang ada di kawasan MPL dan sangat menunjang kegiatan dari pemangku,” kata Surya Darma.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan pengarahan mengenai ekologi mangrove, manfaatnya bagi pesisir, serta teknik penanaman yang tepat. Peserta kemudian mengambil bibit mangrove dan bergerak menuju area penanaman yang telah dipetakan. Di lokasi tersebut, mereka mendapatkan pendampingan teknis dari tim Natural Aceh, Yayasan KEHATI, dan Pemangku sebagai pengelola kawasan.
Para peserta memastikan bibit tertanam dengan baik dan dapat beradaptasi dengan kondisi pasang surut. Antusiasme terlihat dari keseriusan mereka mengikuti seluruh tahapan kegiatan.
Natural Aceh dan Yayasan KEHATI berharap aksi ini memberi dampak nyata dalam pemulihan ekosistem pesisir Lampulo, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta memperkuat perlindungan alami kawasan dari abrasi dan kenaikan emisi karbon.
“Aksi seperti ini perlu didukung dengan pemantauan dan edukasi berkelanjutan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat,” tegas Taufik Alamsyah.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan bagi berbagai pihak dalam menjaga ekosistem pesisir Aceh yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan.




